Kebutuhan Lele di Padang Masih Defisit, PLN UID Sumbar Renovasi 5 Kolam dan Beri Ribuan Bibit di Batipuh Panjang

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:45:01 WIB

PADANG — Kebutuhan ikan lele di Kota Padang belum sepenuhnya terpenuhi oleh produksi lokal. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Syefdinon menyebut peluang pengembangan budidaya masih sangat besar, apalagi komoditas ini menjadi bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyasar celah itu, PLN UID Sumbar menghadirkan program pemberdayaan di kawasan Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang.

Apa Saja Bantuan yang Diberikan PLN?

Bantuan meliputi renovasi lima kolam lengkap dengan waring, tiang penyangga jaring, pupuk penyeimbang pH tanah, dan terpal. PLN juga menyediakan ribuan ekor bibit lele, berbagai jenis pakan (termasuk pelet apung), vitamin, mesin pencacah pakan, timbangan digital, serta CCTV untuk memantau kolam.

Dukungan operasional panen dan pendampingan program diberikan agar kegiatan budidaya berjalan optimal. Kelompok penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan pengelolaan usaha secara mandiri.

Apresiasi dari Dinas Perikanan

Syefdinon mengapresiasi inisiatif PLN yang tidak sekadar memberi bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat. “Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam acara seremonial yang dihadiri Staf Ahli Wali Kota Padang, perwakilan BWI, BSI, PNM, dan YBM PLN.

Komitmen PLN: Lebih dari Sekadar Listrik

General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini menekankan bahwa TJSL dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan, bukan charity. “Kami percaya energi terbaik tidak hanya hadir dalam bentuk listrik yang andal, tetapi juga dalam bentuk kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri,” katanya. Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.

PLN juga menggandeng pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan organisasi sosial untuk memperkuat dampak jangka panjang. Pendekatan berkelanjutan diutamakan melalui penguatan kapasitas kelompok agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan meningkatkan daya saing.

Kolaborasi Multipihak Perkuat Ekosistem

Acara penandatanganan dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Staf Ahli Wali Kota Padang, serta perwakilan Badan Wakaf Indonesia, BSI, PNM, dan YBM PLN UID Sumbar. Kehadiran mereka menandai sinergi antara BUMN, pemda, dan sektor keuangan dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Ke depan, PLN berkomitmen memperluas program serupa di wilayah lain Sumatera Barat yang memiliki potensi perikanan budidaya. “Kami ingin menciptakan usaha produktif berbasis potensi lokal yang manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun,” ujar Ririn.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top