Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNP, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., menyebut capaian TKA Bahasa Inggris di Sumatera Barat masih memprihatinkan. Ia menegaskan kondisi ini menjadi tantangan yang harus dijawab seluruh pemangku kepentingan, terutama para guru sebagai ujung tombak di sekolah.
"Rendahnya capaian TKA Bahasa Inggris di Sumatera Barat menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama. Peningkatan kompetensi guru merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik," ujarnya.
Pelatihan digelar di Auditorium Lantai 4 FBS UNP. Lima narasumber dihadirkan dari sejumlah perguruan tinggi: Dr. Yuli Tiarina, M.Pd., Dr. Fitrawati, S.S., M.Pd., dan Witri Oktavia, M.Pd. dari UNP; Dr. Nina Suzanne, M.Pd. dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar; serta Dr. Lili Perpisa, S.S., M.Pd. dari Universitas PGRI Sumatera Barat.
Materi berorientasi pada pengembangan kompetensi profesional guru. Topiknya meliputi selayang pandang TKA, pengembangan soal pilihan ganda membaca (reading), serta strategi pembelajaran teks tekstual, inferensial, dan evaluatif. Luaran kegiatan: guru mampu mengembangkan soal sesuai standar TKA.
Koordinator TEFLIN Chapter Sumatera Barat, Dr. Yuli Tiarina, M.Pd., mengapresiasi para guru yang hadir dari berbagai daerah di Sumbar. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan komitmen kuat untuk terus mengembangkan kompetensi profesional.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu mengikuti pelatihan ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang atas dukungan fasilitas yang sangat baik," tuturnya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman praktik di sekolah, dan mengeksplorasi solusi atas tantangan pembelajaran Bahasa Inggris di era digital. Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat jejaring profesional antara guru dan akademisi.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua TEFLIN, Prof. Dr. Utami Widiati, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan pengembangan profesional guru harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
"Guru merupakan aktor utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. TEFLIN berkomitmen menghadirkan program pengembangan profesional yang memperkuat kompetensi guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia," kata Utami.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Presiden TEFLIN, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., serta Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FBS UNP, Dr. Havid Ardi, S.Pd., M.Hum. Prof. Refnaldi mengapresiasi inisiatif TEFLIN Chapter Sumatera Barat sebagai sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Sumbar.
Melalui pelatihan ini, TEFLIN Chapter Sumatera Barat berharap para guru mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Sumatera Barat diharapkan meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat global.