SUMATERA BARAT — PrivadoVPN resmi menambahkan server MCP (Model Context Protocol) bawaan ke aplikasi desktop Windows dan macOS-nya. Langkah ini memungkinkan AI assistant seperti Claude Code, Codex, Cursor, LM Studio, dan Visual Studio Code untuk mengelola koneksi VPN secara langsung melalui perintah bahasa alami, bukan lagi lewat menu dan tombol manual.
Server MCP PrivadoVPN bekerja sebagai komponen HTTP lokal yang tertanam di dalam aplikasi klien. Secara default, server ini berjalan di port 5801 dan hanya bisa diakses dari perangkat yang sama (localhost), sehingga tidak bisa dijangkau dari luar.
Setelah diaktifkan, AI assistant bisa menjalankan sejumlah perintah:
Setiap perubahan yang dilakukan AI akan langsung tampak di antarmuka aplikasi PrivadoVPN, karena perintah dijalankan langsung oleh klien resmi, bukan oleh AI itu sendiri.
PrivadoVPN menekankan aspek keamanan dalam desain fitur ini. Server MCP dalam keadaan mati secara bawaan dan harus diaktifkan manual oleh pengguna melalui menu Settings > Application. Semua data dan perintah tidak pernah meninggalkan perangkat pengguna, dan setiap aksi tetap dieksekusi oleh aplikasi PrivadoVPN, bukan oleh AI.
Fitur ini ditujukan untuk developer, tim jaminan kualitas (QA), dan pengguna berat yang rutin melakukan pengujian di berbagai wilayah dan konfigurasi VPN.
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna cukup membuka aplikasi PrivadoVPN, masuk ke menu Settings > Application, lalu mengaktifkan opsi MCP Server. Setelah disimpan, server akan berjalan di latar belakang.
Selanjutnya, arahkan AI tool ke alamat endpoint: http://127.0.0.1:5801/mcp. Di Claude Code, cukup satu baris perintah terminal untuk mendaftarkannya. Sementara di Codex, Cursor, LM Studio, dan VS Code, pengguna perlu menambahkan potongan JSON singkat di konfigurasi MCP masing-masing.
PrivadoVPN bukan pemain pertama di jalur ini. ExpressVPN mengklaim sebagai yang pertama pada Maret lalu saat meluncurkan server MCP beta untuk aplikasi desktopnya. Mirip dengan PrivadoVPN, fitur ExpressVPN juga bersifat opt-in, lokal, dan dilindungi kebijakan tanpa-log yang ketat.
Norton VPN melangkah lebih jauh dengan "VPN for Agents", alat berbasis AI yang membuat tunnel Docker sementara sehingga setiap agen dan tugas mendapat koneksi terpisah. Windscribe memilih jalur berbeda dengan merilis skill yang memungkinkan agen seperti OpenClaw mengendalikan antarmuka baris perintah (CLI) di mesin khusus. Sementara PureVPN mengubah ChatGPT menjadi asisten percakapan yang merekomendasikan server dan menghubungkan melalui deep link.
Bagi pengguna Indonesia yang aktif sebagai developer atau sering bekerja dengan konfigurasi VPN lintas wilayah, fitur MCP server PrivadoVPN bisa menjadi alat yang efisien untuk mengotomatiskan pengujian dan manajemen koneksi tanpa harus membuka aplikasi secara manual setiap kali.