PADANG — Workshop dua hari, 27–28 Oktober 2026, itu diikuti ketua, sekretaris, dan bendahara LPM dari 104 kelurahan di 11 kecamatan. Fadly menilai dukungan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur dan penanganan bencana berjalan optimal.
Pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Padang masih menangani dampak banjir yang terjadi pada 28 November 2025. Selain pemulihan pascabencana, pemerintah merencanakan pembangunan sejumlah infrastruktur pengendalian banjir, di antaranya sabo dam dan check dam.
Anggaran Rp4 Triliun dan Rp1 Triliun untuk Percepatan Penanganan Sungai
Fadly mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penanganan bencana di Kota Padang, termasuk alokasi anggaran untuk mempercepat pemulihan dan penanganan sungai.
"Kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk penanganan bencana di Kota Padang, dengan sekitar Rp1 triliun dialokasikan untuk percepatan penanganan sungai," ujar Fadly.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya pembangunan dan penanganan bencana. Pengurus LPM diharapkan ikut mendukung berbagai program pemerintah sekaligus menggerakkan masyarakat di lingkungan masing-masing.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah harus bekerja bersama-sama dengan seluruh potensi yang ada agar upaya pembangunan dan penanganan bencana dapat berjalan optimal," katanya.
LPM Diminta Edukasi Warga soal Mitigasi Bencana di 104 Kelurahan
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Padang Rina Melati menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan pengurus LPM menghadapi berbagai potensi bencana. LPM sebagai mitra strategis pemerintah kelurahan dinilai punya peran penting dalam menggerakkan dan mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana.
"Sebagai mitra strategis pemerintah kelurahan, LPM memiliki peran penting dalam menggerakkan, mengedukasi, dan mengoordinasikan masyarakat terkait mitigasi bencana. Kami berharap pengurus LPM berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan masing-masing," ujar Rina.
Penutupan workshop tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton dan Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar. Kolaborasi lintas instansi itu diharapkan mempercepat kesiapsiagaan warga di tingkat kelurahan dan RT/RW.