Pencarian

Tesla Dituduh Membesar-besarkan Klaim Keamanan FSD di Mata Regulator Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 • 21:22:31 WIB
Tesla Dituduh Membesar-besarkan Klaim Keamanan FSD di Mata Regulator Eropa
Regulator Eropa tengah menguji klaim keselamatan sistem bantuan pengemudi Tesla, FSD.

SUMATERA BARAT — Klaim bahwa sistem bantuan pengemudi Tesla, FSD, bisa sepuluh kali lebih aman dari pengemudi manusia tengah diuji validitasnya di Eropa. Tuduhan ini mencuat setelah Reuters mengungkap dokumen yang menunjukkan Tesla menyajikan data keselamatan yang dilaporkan sendiri—bukan data independen—kepada otoritas jalan Belanda, RDW, saat proses pengajuan persetujuan FSD pada akhir 2024.

Metode Perbandingan yang Dipertanyakan

Masalah utama terletak pada cara Tesla mengukur efektivitas FSD. Perusahaan membandingkan tingkat kecelakaan kendaraan yang dilengkapi FSD dengan data kecelakaan rata-rata seluruh kendaraan di Amerika Serikat, termasuk truk tua dan sepeda motor. Perbandingan ini dinilai bias karena armada Tesla umumnya lebih baru dan sudah dibekali teknologi keselamatan modern.

Selain itu, Tesla membandingkan kecelakaan yang memicu airbag saat mode FSD aktif dengan data kecelakaan kendaraan secara keseluruhan. Para peneliti berpendapat metode ini menghasilkan tingkat keparahan yang tidak proporsional dan menguntungkan citra FSD.

Klaim 'Selamatkan 32.000 Nyawa' Dianggap Tak Realistis

Salah satu klaim paling bombastis yang diajukan Tesla adalah FSD bisa menyelamatkan 32.000 nyawa dan mencegah 1,9 juta cedera. Angka ini, menurut analisis Reuters, didasarkan pada asumsi yang tidak realistis: bahwa seluruh kendaraan di AS—mulai dari truk kargo hingga sepeda motor—akan digantikan oleh mobil Tesla dengan FSD.

Dalam presentasi yang dikirim ke regulator Swedia, seorang pejabat Tesla bahkan mengklaim kendaraan dengan FSD bisa menempuh jarak hingga tujuh kali lebih jauh antar kecelakaan dibanding rata-rata di AS. Otoritas transportasi Swedia menolak berkomentar langsung, namun menekankan bahwa penilaian mereka selalu berdasarkan bukti keseluruhan, bukan sekadar data agregat dari satu pihak.

Sikap Regulator: Uji Sendiri, Jangan Percaya Data Pemasaran

RDW, otoritas jalan Belanda yang akhirnya menyetujui FSD pada April 2025, menegaskan mereka tidak bergantung pada klaim pemasaran Tesla. Mereka mengklaim telah melakukan pengujian, analisis, dan evaluasi mandiri di lintasan uji dan jalan umum. Meskipun Tesla mengumpulkan data besar selama pengujian, RDW tidak mengungkap detail metrik yang digunakan dan tidak mengonfirmasi apakah statistik keselamatan dari AS ikut dievaluasi.

Komite Keselamatan Transportasi Eropa (ETSC) menyatakan keprihatinan serius. Mereka memperingatkan bahwa data yang tidak terverifikasi bisa memengaruhi keputusan kebijakan. "Jika Tesla ingin membuat klaim keselamatan, data tersebut perlu diverifikasi oleh lembaga penelitian independen atau universitas," ujar perwakilan ETSC.

Dampak ke Pasar dan Regulasi Masa Depan

Persetujuan FSD di Eropa menjadi krusial bagi Tesla untuk membalikkan penurunan penjualan di tengah gempuran produsen mobil listrik China. Namun, proses ini masih panjang. Persetujuan luas di Uni Eropa membutuhkan konsensus mayoritas negara anggota. Sementara Yunani mendukung klaim pengurangan kecelakaan dari data AS, otoritas transportasi Norwegia memperingatkan bahwa angka yang dipublikasikan Tesla "sulit untuk dikorelasikan" dengan statistik kecelakaan resmi mereka.

Insiden ini memperlebar kesenjangan antara data yang dirilis Tesla dan cara regulator Eropa menilai teknologi otonom. Bagi konsumen Indonesia yang mengikuti perkembangan FSD, kasus ini menjadi pengingat bahwa klaim "lebih aman" dari pabrikan tetap perlu diverifikasi oleh pihak ketiga yang independen.

Bagikan
Sumber: vietnam.vn

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks