Pencarian

Blizzard Gugat Server Private WoW Project Ascension, Tuduh Raup Miliaran Rupiah dari Pelanggaran Hak Cipta

Selasa, 16 Juni 2026 • 10:21:01 WIB
Blizzard Gugat Server Private WoW Project Ascension, Tuduh Raup Miliaran Rupiah dari Pelanggaran Hak Cipta

Gugatan yang diajukan di pengadilan California pada 12 Juni lalu ini menjadi babak terbaru dari perang Blizzard melawan server-server ilegal WoW. Dalam dokumen setebal puluhan halaman, Blizzard mendaftarkan tuduhan serupa dengan yang digunakan saat menggugat Turtle WoW tahun lalu, mulai dari pelanggaran hak cipta hingga pelanggaran RICO (Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act) — undang-undang anti-kejahatan terorganisir di AS.

"Melalui Project Ascension, para tergugat menemukan cara menguntungkan untuk mengeksploitasi dan meraup keuntungan dari popularitas WoW," bunyi dokumen gugatan tersebut.

Dua Otak di Balik Server Ilegal, Raup Jutaan Dolar

Tidak seperti kasus Turtle WoW yang sebagian besar pengelolanya berada di luar AS, gugatan ini menyebut dua warga negara AS, Derek Powell dan Bryan Thomas Mannion, sebagai dalang utama. Blizzard menduga keduanya telah mengantongi jutaan dolar dari operasi server private ini.

Untuk menyembunyikan jejak, Powell dan Mannion disebut menggunakan sejumlah perusahaan cangkang tanpa kantor atau karyawan. Perusahaan-perusahaan ini, menurut Blizzard, dipakai untuk menyembunyikan aset dan menghindari kewajiban pajak AS.

Server Berlindung di Balik Hosting Rusia yang Dikenal sebagai Sarang Siber Kriminal

Salah satu temuan paling mencolok dalam gugatan ini adalah dugaan bahwa server Project Ascension dihosting oleh Aeza Group, perusahaan asal Rusia. Blizzard mencatat bahwa Aeza Group telah masuk dalam daftar sanksi AS pada 2025 karena dianggap "memfasilitasi pelaku kejahatan siber dan pencurian teknologi."

Pilihan Project Ascension bekerja sama dengan "perusahaan kriminal" semacam ini, kata Blizzard, menjadi bukti "niat untuk terlibat dalam aktivitas ilegal." Langkah ini juga dinilai sebagai upaya ekstrem untuk menghindari surat perintah pengadilan dan pemberitahuan penghentian (cease and desist).

Project Ascension: Server Terakhir yang Bertahan, Kini Terancam

Project Ascension dikenal sebagai salah satu server private WoW terbesar yang masih beroperasi setelah Blizzard berhasil menutup Turtle WoW dan Stormforge pada April lalu. Server ini menawarkan pengalaman bermain yang unik, termasuk mode "classless" di mana pemain bisa mencampur kemampuan dari berbagai kelas, serta 21 kelas baru yang terinspirasi dari lore Warcraft.

Popularitasnya justru menjadi bumerang. Dengan basis pemain yang besar dan aliran donasi yang terus mengalir, Project Ascension menjadi target yang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan oleh tim hukum Blizzard.

Spekulasi 'Classic+' Menguat: Akankah Blizzard Umumkan di BlizzCon?

Tindakan agresif Blizzard terhadap server private dalam beberapa bulan terakhir memicu spekulasi di kalangan penggemar. Pola yang sama pernah terjadi pada 2016, ketika Blizzard menutup server Nostalrius dan setahun kemudian mengumumkan WoW Classic.

Kini, banyak yang menduga Blizzard tengah bersiap meluncurkan "Classic+" — versi WoW asli dengan konten baru yang tidak mengikuti ekspansi-ekspansi selanjutnya. Spekulasi ini menguat menjelang BlizzCon yang dijadwalkan pada September mendatang. Blizzard sendiri belum membuat pengumuman resmi, namun dalam presentasi State of Azeroth 2026, mereka menyebut pemain Classic "memiliki banyak hal yang dinantikan."

Dalam gugatannya, Blizzard meminta pengadilan untuk memerintahkan penutupan total Project Ascension, penyerahan semua salinan dan materi yang melanggar hak cipta, serta perhitungan penuh atas seluruh uang yang dikumpulkan server tersebut.

Bagikan
Sumber: gamespot.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks