SIJUNJUNG — Tiga orang lainnya berhasil selamat karena berlari menjauh saat material tanah runtuh dari tebing tambang. Korban ditemukan secara bertahap oleh tim gabungan yang terdiri dari warga dan personel Polres Sijunjung.
"Pada pukul 15.00 WIB ditemukan lima korban dalam kondisi meninggal. Setelah itu pukul 17.00 WIB ditemukan empat korban lagi," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya kepada wartawan, Jumat (15/5).
Siapa Saja Korban yang Berhasil Diidentifikasi?
Polisi telah mengidentifikasi seluruh korban meninggal yang berasal dari beberapa jorong di Sijunjung. Mereka adalah Ujang Kandar (40), Haris (23), Atan (20), Baim (17), Acai (43), Marsel Buyuik (23), Ditol (40), Madi (24), dan Diok (22).
Mayoritas korban berasal dari Jorong Koto Guguak dan Jorong Padang Lalang. Satu korban, Ditol, tercatat sebagai warga Nagari Tanjung, sementara Madi berasal dari Jorong Koto, Nagari Padang Laweh.
Proses Evakuasi dan Kondisi Lokasi Tambang
Material longsoran menimbun para penambang di titik yang berjarak sekitar tiga meter dari lokasi aktivitas mereka. Evakuasi berlangsung hingga sore hari dengan bantuan alat yang dikerahkan polisi.
Susmelawati memastikan bahwa aktivitas pertambangan di lokasi tersebut ilegal. "Ini lokasi tambang emas ilegal, warga melakukan aktivitas pertambangan dengan cara menggunakan dompeng dan dulang," ungkapnya.
Apa Langkah Kepolisian Selanjutnya?
Pascakejadian, aparat memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor. Kepolisian akan menyelidiki aktivitas tambang ilegal yang telah berlangsung di kawasan tersebut.
"Jelas dilakukan tindak lanjutnya, penyelidikan juga. Karena dari Polda Sumbar selama ini kami gencar melakukan imbauan dan tindakan tegas kepada aktivitas pertambangan emas ilegal," kata Susmelawati.
Longsoran tambang ilegal di Sijunjung ini menjadi peringatan keras bagi aktivitas serupa yang kerap mengabaikan keselamatan. Polda Sumatera Barat sebelumnya telah berkali-kali mengimbau warga untuk tidak melakukan penambangan tanpa izin karena risiko longsor dan kecelakaan kerja yang tinggi.