Laura Vebria Rahayu, warga Bukittinggi, mengaku keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat meringankan beban keluarganya saat sang ibu, Reni Nofrianti (43), harus menjalani perawatan intensif selama tiga hari di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) akibat insiden terjatuh. Sejak terdaftar sebagai peserta pada 2019, keluarga ini merasakan langsung kepastian biaya layanan kesehatan tanpa perlu memikirkan biaya besar di luar dugaan.
BUKITTINGGI — Pengalaman mendampingi ibunya yang tengah dirawat di rumah sakit menjadi bukti nyata bagi Laura Vebria Rahayu akan pentingnya jaminan kesehatan. Saat sang ibu, Reni Nofrianti (43), warga Kubu Gulai Bancah, harus menjalani perawatan di RSAM, Laura mengaku fokus keluarganya sepenuhnya tertuju pada proses pemulihan, bukan pada kekhawatiran biaya rumah sakit.
“Waktu itu ibu dirawat selama tiga hari di RSAM karena jatuh. Dengan menggunakan BPJS, kami tidak perlu memikirkan biaya pengobatannya. Jadi, kami bisa lebih fokus mendampingi ibu selama mendapatkan perawatan,” ungkap Laura, Jumat.
Tak hanya di rumah sakit, manfaat kepesertaan JKN juga rutin dirasakan keluarga Reni di tingkat fasilitas kesehatan pertama. Laura menyebut ibunya cukup sering memanfaatkan layanan Puskesmas Gulai Bancah, terutama saat mengalami keluhan kesehatan umum seperti demam.
Dari pengalaman tersebut, Laura menilai kualitas layanan yang diterima keluarganya cukup memuaskan. Ia menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan antara dirinya yang menggunakan BPJS dengan pasien umum lainnya.
“Selama mendapatkan pelayanan, menurut kami cukup baik. Ibu juga tidak merasa dibedakan dengan pasien umum meskipun menggunakan BPJS. Pelayanannya tetap diberikan dengan baik,” ujarnya.
Kemudahan akses layanan juga menjadi nilai tambah yang dirasakan keluarga Reni. Laura mengaku aplikasi Mobile JKN menjadi andalan untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Salah satu fitur yang paling sering dimanfaatkan adalah pengambilan nomor antrean secara online. Hal ini dinilai mampu memangkas waktu tunggu di rumah sakit maupun puskesmas.
“Kami juga menggunakan Mobile JKN untuk mengambil antrean secara online. Di dalamnya banyak menu yang mempermudah kami ketika membutuhkan layanan BPJS, jadi tidak harus selalu datang langsung untuk mengurus keperluan administrasi,” katanya.
Pengalaman mendampingi sang ibu selama perawatan membuat Laura semakin memahami bahwa jaminan kesehatan adalah kebutuhan mendasar yang melindungi keluarga dari risiko finansial. Ia pun menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah terus menjadikan sektor kesehatan sebagai program prioritas.
“Harapannya, pemerintah daerah tetap menjadikan kesehatan sebagai salah satu program utama karena kesehatan merupakan pilar penting yang harus dijaga. Semoga manfaat JKN juga bisa terus dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Laura juga mengajak masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dan memanfaatkan berbagai kemudahan layanan yang telah disediakan.
“JKN ini sangat membantu keluarga kami. Ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan perawatan, kita jadi tidak terlalu khawatir memikirkan biaya. Yang penting kepesertaannya aktif dan kita tahu bagaimana memanfaatkan layanan yang sudah disediakan,” pungkas Laura.