Pemkab Solok Perluas Lahan Bawang Putih di Danau Kembar, Target Kurangi Impor Nasional

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:04:32 WIB
Wakil Bupati Solok Candra meninjau lokasi penanaman bawang putih serentak di Nagari Kampuang Batu Dalam, Danau Kembar, Rabu (tanggal).

SOLOK — Kabupaten Solok mengambil peran strategis dalam target swasembada bawang putih nasional. Perluasan areal tanam di kawasan dataran tinggi, khususnya Danau Kembar, menjadi ujung tombak peningkatan produksi komoditas yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Wakil Bupati Solok Candra menyebut pengembangan bawang putih harus berkelanjutan. Artinya, tidak cukup hanya memperbanyak luas tanam, tetapi juga menjamin ketersediaan sarana produksi dan pendampingan teknis bagi petani sampai masa panen tiba.

Danau Kembar Jadi Andalan Produksi

Kecamatan Danau Kembar selama ini dikenal sebagai bagian dari sentra hortikultura di Sumatera Barat. Kondisi geografis dan agroklimat dataran tinggi di wilayah tersebut dinilai ideal untuk budi daya bawang putih.

Pengembangan komoditas ini diarahkan untuk mengejar tiga hal sekaligus: perluasan luas tanam, peningkatan produktivitas, dan perbaikan kualitas hasil. Ketiganya menjadi kunci agar produksi lokal mampu bersaing dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Sinergi Antar-Lembaga Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Solok tidak bergerak sendiri. Candra mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam rantai produksi, mulai dari penyediaan benih hingga pasca-panen. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat rantai produksi dari hulu ke hilir.

"Keberlanjutan program membutuhkan dukungan benih, sarana produksi, teknologi budi daya serta pendampingan yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani," ujar Candra di Solok, Rabu.

Penanaman Serentak di 17 Provinsi

Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan penanaman bawang putih serentak nasional di Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan gerakan serupa di 17 provinsi lain di Indonesia.

Bagi Kabupaten Solok, momen ini menjadi momentum untuk memperluas pengembangan komoditas sesuai potensi lahan dan kemampuan petani setempat. Target jangka panjangnya jelas: produksi yang semakin besar untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.

Di luar ketahanan pangan, pengembangan bawang putih diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani. Peningkatan produksi dan produktivitas membuka peluang perbaikan pendapatan masyarakat di kawasan sentra hortikultura tersebut.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top