SUMATERA BARAT — Kenaikan target ini diumumkan di tengah gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (18/2). Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyebut optimisme itu muncul karena ada banyak rencana pengeboran yang bakal dieksekusi sepanjang tahun ini.
"Target untuk tahun ini memang naik. Kami semangat untuk menghadirkan Rp2,6 triliun, karena tadi ada banyak pengeboran yang harus dilakukan," ujar Eniya di sela acara.
Selain PNBP, pemerintah juga memasang target investasi panas bumi senilai 1,1 miliar dolar AS pada 2026. Angka ini berpotensi membengkak hingga 2,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp39 triliun jika seluruh lelang wilayah kerja berjalan sesuai rencana.
Sebagai bagian dari percepatan, pemerintah resmi menyerahkan izin pengelolaan wilayah kerja panas bumi (WKP) kepada dua badan usaha. PT PLN (Persero) mendapatkan hak kelola untuk WKP Gunung Ungaran, sementara PT Telaga Rano Geothermal mengantongi izin untuk WKP Telaga Ranu.
Penyerahan izin ini menjadi sinyal bahwa proyek yang selama ini berada di tahap eksplorasi bisa segera bergerak ke fase pengembangan dan produksi.
Pemerintah juga menyiapkan penawaran lima WKP baru pada 2026. Kelimanya adalah Danau Ranau, Hamiding, Songgoriti, Oka Ile Ange, dan Gunung Sirung. Total cadangan dari kelima wilayah ini diperkirakan mencapai 304 megawatt (MW) dengan rencana kapasitas pengembangan 145 MW.
Rinciannya, Danau Ranau ditargetkan menghasilkan 40 MW, Hamiding 50 MW, Songgoriti 40 MW, Oka Ile Ange 10 MW, dan Gunung Sirung 5 MW. Wilayah-wilayah ini tersebar di sejumlah provinsi dan diharapkan menarik minat investor domestik maupun asing.
Selain lelang WKP, pemerintah membuka tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE). Wilayah tersebut meliputi Talamau dan Simisiuh di Sumatera Barat, Srirejo di Lampung, Lili Seporaki di Sulawesi Barat, Maranda Kawende di Sulawesi Tengah, Massepe Sulili di Sulawesi Selatan, serta Banda Baru di Maluku.
Ketujuh wilayah ini menyimpan total sumber daya sekitar 321 MW dan cadangan 247 MW. Tahap survei ini penting untuk memetakan potensi panas bumi di kawasan timur Indonesia yang selama ini belum banyak terjamah.
Dengan tambahan wilayah eksplorasi dan lelang yang berjalan, pemerintah berharap kontribusi panas bumi terhadap bauran energi nasional semakin besar. Sektor ini tidak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga menjadi sumber pendapatan negara yang konsisten.