PADANG - Sumatera Barat punya dua perguruan tinggi negeri besar yang konsisten masuk daftar kampus terbaik nasional tiap tahun: Universitas Andalas (UNAND) dan Universitas Negeri Padang (UNP). Menariknya, keduanya unggul di metrik pemeringkatan yang berbeda.
Berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi 2026 dari Kemendiktisaintek, UNAND meraih status Klaster Mandiri - klaster tertinggi dalam penilaian - dan menempati peringkat 7 nasional. Penilaian ini memakai data SINTA periode 2022-2024 yang mencakup performa riset, pengabdian masyarakat, publikasi, hingga kekayaan intelektual. Di level global, UNAND juga naik ke peringkat 401-600 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026, dan masuk 15 kampus terbaik Indonesia versi Webometrics 2026.
Sementara itu, dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026, UNP justru menempati posisi ke-15 nasional dengan peringkat 818 dunia - mengungguli UNAND untuk metrik spesifik ini dan menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Sumatera Barat versi Webometrics. Penilaian Webometrics sendiri berbasis visibilitas web (bobot 50%), keunggulan penelitian (40%), dan transparansi (10%) - berbeda dari basis penilaian Klasterisasi Kemendiktisaintek yang dipakai UNAND.
Dua lembaga pemeringkat memakai indikator yang tidak sama. Klasterisasi Kemendiktisaintek menitikberatkan pada kualitas riset dan pengabdian lewat data SINTA, sedangkan Webometrics lebih menekankan visibilitas digital kampus di internet. Karena itu, "universitas terbaik di Sumbar" sebaiknya dilihat sesuai kebutuhan: UNAND untuk kekuatan riset, UNP untuk visibilitas dan reputasi digital.
Apakah peringkat kampus menjamin kualitas semua jurusan di dalamnya?
Tidak selalu. Peringkat institusi adalah rata-rata keseluruhan, sementara kualitas tiap program studi sebaiknya dicek terpisah lewat akreditasi BAN-PT program studinya.
Sumber data apa yang dipakai untuk klasterisasi Kemendiktisaintek 2026?
Penilaian ini memakai data SINTA periode 2022-2024 yang mencakup penulis, afiliasi, artikel, penelitian, pengabdian masyarakat, kekayaan intelektual, dan buku.