Bupati Kuningan Minta Water Supply ke Pemprov Jabar, 90 Persen Area TPA Ciniru Hangus Terbakar

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:50:31 WIB
Bantuan water supply dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dijadwalkan tiba malam ini untuk mendukung pemadaman kebakaran di TPA Ciniru.

SUMATERA BARAT — Bencana kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciniru di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, memasuki fase kritis. Lebih dari 90 persen dari total luas lahan 5,5 hektare telah terbakar, sementara bara api di sejumlah titik masih sulit dikendalikan hingga Selasa (18/8/2026).

Keterbatasan pasokan air dan kelelahan petugas di lapangan menjadi dua faktor utama yang menghambat proses pemadaman. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan untuk mengambil langkah darurat dengan meminta bantuan langsung ke tingkat provinsi.

Bantuan Water Supply dari Gubernur Jabar Tiba Malam Ini

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan pimpinan daerah tingkat satu telah membuahkan hasil. Bantuan berupa suplai air bersih dijadwalkan tiba pada malam hari ini juga.

"Kami juga mendapat bantuan dari Pak Gubernur Provinsi Jawa Barat dan tadi saya telepon ke Pak Sekda dan malam ini juga dikirim antuan water supply, itu yang sangat kami perlukan untuk saat ini," ujar Dian Rachmat Yanuar dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Permintaan bantuan ini dinilai mendesak karena armada pemadam kebakaran setempat kesulitan mendapatkan sumber air yang cukup di sekitar lokasi. Padahal, material sampah yang terbakar berpotensi memunculkan titik api baru di bawah permukaan tumpukan.

Pantauan Udara: Asap Pekat Masih Keluar dari Gundukan Sampah

Berdasarkan pantauan udara, gumpalan asap pekat masih terlihat jelas membumbung dari gundukan sampah di kawasan TPA. Kondisi ini menunjukkan api masih aktif di lapisan dalam material, yang dikenal sulit dipadamkan hanya dari permukaan.

Memasuki hari kedelapan, bara api terlihat di beberapa titik yang tersebar. Proses pembongkaran material sampah menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk menjangkau titik api di lapisan bawah, namun membutuhkan alat berat dan waktu yang tidak singkat.

Pemkab Kuningan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memetakan titik-titik rawan meluas. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kendala Air dan Kelelahan Petugas Jadi Hambatan Utama

Operasi pemadaman yang berlangsung lebih dari seminggu ini menguras tenaga personel gabungan. Kelelahan petugas menjadi risiko serius karena dapat menurunkan efektivitas kerja di lapangan yang panas dan berdebu.

Selain itu, jarak sumber air terdekat yang cukup jauh membuat proses suplai air menjadi tidak efisien. Setiap kali armada tangki harus kembali mengisi ulang, waktu yang terbuang cukup signifikan dan memberi celah bagi api untuk kembali membesar.

Bantuan water supply dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat memutus rantai kendala tersebut. Dengan tambahan pasokan air yang signifikan, tim gabungan dapat melakukan pendinginan menyeluruh di area yang sudah terbakar untuk mencegah kebakaran meluas ke area yang masih tersisa.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top