PARIK MALINTANG — Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak, melainkan juga berdampak pada perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia masa depan. Ia menyebut persoalan ini tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian.
“Menjadi orang tua asuh bukan hanya memberi bantuan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” kata Rahmat Hidayat saat membuka Pertemuan GENTING Kabupaten Padang Pariaman 2026 di Parit Malintang, Jumat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Padang Pariaman Azwarman menjelaskan, program GENTING merupakan salah satu program prioritas atau Quick Win dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan nutrisi.
“Tetapi juga mencakup dukungan non-nutrisi seperti akses air bersih, sanitasi layak, edukasi pengasuhan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Azwarman.
Pendekatan ini, lanjutnya, menjadi bagian dari implementasi percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Wakil Bupati Rahmat Hidayat menambahkan, intervensi harus dilakukan sejak awal kehidupan anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurut dia, keberhasilan menekan angka stunting ditentukan oleh kuatnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, media massa, hingga masyarakat.
Melalui GENTING, Pemkab Padang Pariaman menargetkan semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapatkan pendampingan dan bantuan dari para orang tua asuh yang berasal dari berbagai kalangan.
Pertemuan GENTING 2026 diikuti 111 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), BAZNAS, sektor swasta, puskesmas, penyuluh keluarga berencana, dan Forum Wali Nagari. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Sumatera Barat.
Pemerintah daerah berharap gerakan kolaboratif ini dapat memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.