Bukan Sekadar Tanam Cabai, Pertamina Ubah Lahan Sempit di Jakarta Jadi Kebun Gizi Bernilai Ekonomi

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 12:24:31 WIB
Kelompok Rawa Jaya kelola Kebun Gizi Rawajaya di RPTRA Pondok Kopi untuk mendukung ketahanan pangan lokal.

SUMATERA BARAT — Kebun Gizi Rawajaya dikelola oleh 20 anggota Kelompok Rawa Jaya di RPTRA Rawa Jaya, Kelurahan Pondok Kopi. Hasil panen tak cuma dijual segar. Cabai merah, misalnya, diolah menjadi Boncara (Bon Cabe Powder) dan sambal kemasan. Jagung, pakcoy, dan bawang merah juga dipanen rutin untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.

“Kami merasakan banyak manfaat dari pemanfaatan lahan RPTRA sebagai kawasan urban farming. Selain membantu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat, hasil panen juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok,” ujar Sumi, anggota Kelompok Rawa Jaya.

Sirkular Ekonomi: Sisa Panen Jadi Pupuk

Program ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Sisa panen yang tidak terpakai tidak dibuang, melainkan diolah menjadi pupuk kompos. Pupuk itu kembali digunakan untuk menyuburkan lahan Kebun Gizi Rawajaya. Siklus ini membuat produksi pertanian terus berjalan tanpa bergantung pada pupuk kimia dari luar.

Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan bisa menjaga ketahanan pangan warga dalam jangka panjang. Lahan yang subur secara alami berarti biaya produksi bisa ditekan, dan hasil panen tetap optimal.

Harapan Warga: Pendampingan Berlanjut

Sumi berharap Pertamina tidak berhenti mendampingi kelompoknya. “Kami berharap pendampingan dari Pertamina dapat terus berlanjut sehingga program ini semakin berkembang dan menghasilkan lebih banyak produk inovatif dari hasil panen lokal,” katanya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa program ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat. “Melalui pengelolaan lahan produktif berbasis urban farming, kami berharap masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekitar,” ujar Satria.

Ke depan, Pertamina membuka peluang untuk memperluas program serupa ke titik-titik RPTRA lain di Jakarta. Model Kebun Gizi Rawajaya dinilai bisa direplikasi di daerah padat penduduk yang lahannya terbatas.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top