Target Mentan Satu Bulan, Pemkab Padang Pariaman Selesaikan Rehabilitasi Lahan Sawah dalam 23 Hari

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:25:00 WIB
Pemkab Padang Pariaman menyelesaikan rehabilitasi 446 hektare lahan sawah rusak ringan dalam 23 hari.

PADANG PARIAMAN — Sebanyak 446 hektare lahan sawah kategori rusak ringan akibat bencana hidrometeorologi di Padang Pariaman telah pulih total. Pemulihan itu menjadi yang tercepat di Sumatera Barat setelah pemerintah daerah menuntaskan target rehabilitasi dari Kementerian Pertanian dalam 23 hari, lebih cepat dari batas waktu satu bulan yang ditetapkan.

Percepatan ini diumumkan dalam kegiatan Tanam Serentak Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di kawasan persawahan Tanah Taban, Rabu (13/5/2026). Acara itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, perwakilan Menteri Pertanian, serta jajaran Forkopimda setempat.

Kerusakan Capai Ribuan Hektare

Bencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman meninggalkan kerusakan luas di sektor pertanian. Berdasarkan data Pemkab, total lahan sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare.

Rinciannya, 446 hektare rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare lahan sawah hilang karena terbawa arus sungai. Selain itu, 570,35 hektare lahan jagung juga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.

Bupati: 23 Hari, Target Tercapai

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengungkapkan bahwa percepatan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian pada 14 April 2026. Saat itu, menteri memberikan target penyelesaian rehabilitasi dalam waktu satu bulan.

"Alhamdulillah, target yang diberikan Bapak Menteri selama satu bulan berhasil kita tuntaskan kurang dari satu bulan, tepatnya dalam 23 hari. Hari ini kita buktikan dengan pelaksanaan tanam serentak di Tanah Taban," ujar John Kenedy Azis.

Ia menjelaskan, lahan rusak ringan seluas 446 hektare telah tertangani 100 persen melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian. Sementara untuk lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare, baru 198 hektare yang tertangani melalui APBN. Sisanya belum memenuhi syarat minimal hamparan.

Lahan Rusak Berat dan Hilang Belum Tersentuh

Bupati menyebut, lahan sawah kategori rusak berat seluas 450,7 hektare dan lahan hilang akibat abrasi sungai seluas 100,5 hektare belum mendapat alokasi bantuan rehabilitasi maupun penggantian lahan dari pemerintah pusat. Nasib serupa juga dialami lahan jagung terdampak seluas 570,35 hektare.

John Kenedy Azis memohon dukungan Kementerian Pertanian untuk membantu rehabilitasi lahan-lahan tersebut yang menjadi sandaran ekonomi masyarakat petani. Ia juga berpesan kepada kelompok tani agar memanfaatkan bantuan secara optimal demi meningkatkan produktivitas.

Gubernur: Butuh Kerja Besar Lintas Kementerian

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengapresiasi perhatian Menteri Pertanian, termasuk pengalihan bantuan cetak sawah dari daerah lain untuk mendukung pemulihan pertanian di Sumbar. Ia juga memuji Pemkab Padang Pariaman yang serius menangani lahan rusak ringan hingga tuntas.

"Untuk sawah rusak berat dan hilang memang membutuhkan kerja besar dan kolaborasi lintas kementerian karena sebagian sudah berubah menjadi aliran sungai," ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI Dr. Teddy Dirhamsyah yang mewakili Menteri Pertanian menyampaikan bahwa angka tanam Sumatera Barat saat ini masih sekitar 83 persen. Diharapkan bisa meningkat hingga 85 persen bahkan menuju 100 persen sesuai target kementerian.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: beritamerdekaonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top