Pemantauan Ketat Standar Gizi MBG di Padang Pariaman Dimulai

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 17:39:29 WIB
Pemantauan ketat standar gizi MBG di dapur Kecamatan Batang Anai berjalan sesuai prosedur.

BATANG ANAI — Peninjauan dapur MBG di Kecamatan Batang Anai menunjukkan komitmen pemerintah mengawasi kualitas layanan di tengah ekspansi program nasional Presiden Prabowo Subianto. Ade Rezki Pratama menekankan bahwa MBG bukan sekadar pemberian makanan gratis, melainkan investasi jangka panjang untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang dampaknya tidak terlihat secara instan.

Pemantauan Meliputi Bahan Baku hingga Distribusi

"Pemerintah terus memantau bahan masakan yang digunakan, makanan dan pendistribusiannya, serta sarana dan prasarana di fasilitas SPPG," kata Ade saat kunjungan ke lapangan. Dia mengatakan bahwa setiap SPPG diharapkan melakukan diskusi mendalam dengan berbagai pihak untuk menjaring masukan penyempurnaan program, sehingga eksekusi di lapangan terus membaik dari waktu ke waktu.

Proses pemantauan mencakup aspek teknis operasional dapur yang ketat. Tenaga Layanan Operasional Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Rahma Dewi Auliyasari memberikan catatan khusus tentang standar operasional prosedur (SOP) yang harus diterapkan di setiap SPPG.

Kebersihan Dapur dan Sertifikat Higiene Menjadi Syarat Wajib

"Kami berharap SPPG khususnya Batang Anai tetap konsisten menjalankan SOP. Hal-hal detail seperti pemotongan sayur, pemisahan bahan mentah dan matang, hingga pengelolaan limbah harus diperhatikan secara kritis demi kualitas layanan," kata Rahma. BGN juga mengingatkan bahwa setiap SPPG yang belum melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) diminta segera mengurusnya guna menghindari risiko suspensi operasional jika dilakukan inspeksi mendadak oleh tim terkait.

Respons Masyarakat Positif, Dampak Ekonomi Mulai Terasa

Meskipun target utama adalah pemenuhan gizi generasi bangsa, Ade melihat manfaat tambahan yang sudah dirasakan komunitas setempat. "Kami melihat bagaimana SPPG di sini mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat sekitar. Saat ini, manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional sudah mulai dirasakan langsung," ujarnya. Respons positif ini mencakup manfaat perekonomian lokal, di mana SPPG memberikan peluang usaha bagi penyedia bahan baku dan tenaga kerja lokal.

Jangkauan Meluas untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Ade menyatakan harapannya agar cakupan penerima manfaat MBG terus meluas di waktu mendatang. "Ini adalah langkah percepatan untuk menciptakan generasi emas 2045, di mana anak-anak kita bisa belajar dengan lebih tekun dan fokus karena kebutuhan gizinya terpenuhi," katanya. Program ini dirancang agar anak tumbuh berkembang secara optimal sejak dini melalui pemenuhan nutrisi yang memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top