PADANG PANJANG — Pimpinan ISI Padang Panjang memperketat pengawasan pada hari keempat UTBK-SNBT 2026. Rektor Dr. Febri Yulika turun langsung memantau sesi ke-5 dan ke-6 di sejumlah gedung ujian, Kamis (23/4).
Dalam pemantauan itu, Rektor memberikan arahan kepada seluruh petugas untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemeriksaan terhadap peserta diperketat sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kecurangan.
Pemeriksaan Fisik dan SOP Diperkuat
Tim monitoring tidak hanya meninjau prosedur pemeriksaan fisik sebelum peserta masuk ruangan. Mereka juga mengevaluasi konsistensi panitia dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Fokus utama pengawasan mencakup pengamanan perangkat ujian berbasis komputer. Suasana ruang yang kondusif juga menjadi prioritas agar peserta bisa berkonsentrasi penuh.
Kunci Menjaga Marwah Seleksi Nasional
Menurut Rektor Dr. Febri Yulika, kedisiplinan dan ketelitian dalam pengawasan bukan sekadar prosedur rutin. "Ini kunci utama bagi ISI Padang Panjang untuk menjaga marwah, integritas, serta kredibilitas seleksi nasional pada tahun ini," ujarnya.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap segala potensi praktik kecurangan. Rektor menekankan bahwa pengawasan ketat adalah fondasi sistem rekrutmen mahasiswa baru yang bersih.
Kolaborasi Solid Hasilkan Ujian Tertib
Hingga hari keempat, situasi pelaksanaan UTBK-SNBT di lingkungan kampus ISI Padang Panjang dilaporkan berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi solid antara panitia pusat dan daerah.
Komitmen penuh dalam menghadirkan proses seleksi yang profesional dan transparan terus dijaga. ISI Padang Panjang bertekad melahirkan talenta-talenta seni masa depan yang berkualitas dan berintegritas tinggi melalui sistem yang bebas kecurangan.