PARIT MALINTANG — Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa dipandang sebelah mata. Dampaknya bersifat permanen dan langsung memengaruhi kualitas sumber daya manusia daerah. Ia menyebut, pencegahan harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan anak.
Rahmat mengajak semua pihak — mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi, media, hingga masyarakat umum — untuk turun tangan. “Menjadi Orang Tua Asuh bukan hanya memberi bantuan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujarnya di hadapan 111 peserta pertemuan.
Program GENTING merupakan salah satu program prioritas Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padang Pariaman, Azwarman, menjelaskan bahwa bantuan dari Orang Tua Asuh tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi. Dukungan non-nutrisi seperti penyediaan air bersih, sanitasi, edukasi pengasuhan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga juga menjadi bagian dari skema ini.
Azwarman menambahkan, pelaksanaan GENTING merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Semakin banyak keluarga berisiko yang mendapat pendampingan, kata dia, semakin besar peluang menekan angka stunting di kabupaten itu.
Pertemuan yang digelar di Parit Malintang itu diikuti peserta dari TP PKK, GOW, DWP, BAZNAS, puskesmas, penyuluh KB, Forum Wali Nagari, dan perangkat daerah lainnya. Narasumber dari BKKBN Provinsi Sumatera Barat turut hadir memberikan materi.
Rahmat optimistis kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat mampu mewujudkan target Padang Pariaman Zero Stunting. “Setiap anak berhak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Mari bersama menjadi Orang Tua Asuh demi masa depan Padang Pariaman yang lebih baik,” tutupnya.