SUMATERA BARAT — Lonjakan IHSG pagi ini tidak lepas dari aksi beli besar-besaran di saham Himbara. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi motor utama dengan kenaikan 210 poin (5 persen) ke Rp4.410 per saham.
Disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terbang 220 poin (6,1 persen) ke Rp3.780. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 120 poin (4,21 persen) ke posisi Rp2.970.
Di luar sektor perbankan, saham BUMN pertambangan juga mencatatkan performa impresif. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 370 poin (12,98 persen) ke level Rp3.220. PT Timah Tbk (TINS) menguat tajam 260 poin (7,88 persen).
Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ikut menghijau dengan kenaikan 80 poin (2,80 persen) menjadi Rp2.940.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan penguatan ini merupakan cerminan kepercayaan pasar terhadap fundamental BUMN.
"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya," ujar Dony dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6).
Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar jangka pendek kerap dipengaruhi sentimen sesaat, investor pada akhirnya akan rasional melihat realitas kinerja BUMN yang kini jauh lebih sehat dan efisien.
"Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan," pungkas Dony.
Dony menambahkan, capaian ini menjadi momentum penting untuk mengakselerasi penciptaan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi investor. Dengan fundamental yang solid, BUMN disebut siap melanjutkan tren positif di sisa tahun 2026.