PADANG — Keputusan menggelar ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini lahir dalam rapat koordinasi KONI Sumbar di UNP Convention Hall, Sabtu (9/5/2026). Meski sempat terkendala pergeseran anggaran, pemerintah daerah berkomitmen menjaga jadwal pembinaan atlet. Langkah ini diambil guna memastikan regenerasi prestasi olahraga tidak terputus.
Bendahara Umum KONI Sumbar, Halim Fitra Setiawan, mengungkapkan kebutuhan anggaran Porprov 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Dana sebesar Rp12 miliar mengucur melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Untuk penganggaran sekarang sedang berproses. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp12 miliar. Kami berkoordinasi dengan Kadispora untuk memaksimalkan dana yang tersedia agar acara terselenggara maksimal,” kata Halim.
Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur, mengakui tekanan fiskal sempat membayangi agenda ini. Fokus pemerintah daerah pada akhir tahun lalu terbelah untuk membiayai pemulihan pasca-bencana di berbagai wilayah Sumatera Barat.
“Awalnya memang ada pergeseran karena kondisi kebencanaan sehingga alokasi anggaran fokus untuk pemulihan,” ujar Mahdianur. Namun, ia menegaskan kesepakatan antar-kepala daerah kini sudah bulat demi menjaga keberlanjutan prestasi atlet lokal.
Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, merinci sebanyak 54 kategori pertandingan bakal memeriahkan kompetisi ini. Sepak bola menjadi sorotan utama dengan pembagian dua kategori pertandingan sekaligus.
“Kurang lebih ada 53 cabang olahraga. Karena sepak bola terdiri dari dua kategori, totalnya sekitar 54 cabor pertandingan,” tutur Anandya.
Hingga kini, tujuh kabupaten dan kota menyatakan kesiapan menjadi lokasi pertandingan. Kota Padang diprediksi memikul beban terbesar sebagai penyedia fasilitas dan venue terlengkap di Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, tujuh daerah sudah siap. Kami masih menunggu kepastian beberapa wilayah lain,” tambah Anandya saat menjelaskan progres pemetaan lokasi.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, memacu penyelesaian landasan hukum sebagai dasar persiapan teknis. Pihaknya kini mengebut penyusunan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar terkait penetapan tuan rumah dan rincian cabang olahraga.
Dokumen administrasi ini menjadi kunci bagi daerah untuk mulai membenahi infrastruktur serta menyiapkan kontingen. Hamdanus menargetkan seluruh berkas legal tuntas sebelum memasuki pertengahan tahun.
“Kita perkirakan semua tuntas awal Juni. Kami harap SK Gubernur segera terbit,” pungkas Hamdanus. KONI Sumbar juga berencana menggandeng pihak swasta melalui sponsor untuk menutupi celah kebutuhan anggaran di luar APBD.