Penumpang Bus ALS Tujuan Sumbar Meninggal Dunia Akibat Luka Bakar Berat

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47:02 WIB
Korban luka bakar berat dalam kecelakaan bus ALS di Muratara meninggal dunia setelah perawatan intensif.

MURATARA — Muhammad Tahrul Hubaidi, warga asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengembuskan napas terakhir pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.55 WIB. Tahrul dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di ruang ICU RSUD Rupit akibat kecelakaan tragis di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).

Kematian Tahrul menambah jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi tabrakan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM). Hingga hari ini, kepolisian mencatat total 17 orang kehilangan nyawa dalam peristiwa memilukan yang terjadi di Kelurahan Karang Jaya tersebut.

Niat Mencari Kerja di Sumatera Barat Berakhir Duka

Kepergian Tahrul menyisakan kesedihan mendalam bagi kerabatnya. Pemuda ini diketahui menempuh perjalanan jauh dari Jawa Tengah menggunakan bus ALS dengan harapan bisa memperbaiki taraf hidup di perantauan. Sumatera Barat (Sumbar) menjadi tujuan utamanya karena terdapat sanak saudara yang menetap di sana.

"Rencananya mau ke Sumbar itu cari kerja, karena ada saudara di sana," kenang Murni, saudara ipar Tahrul, dengan nada lirih.

Niat tulus untuk membantu ekonomi keluarga tersebut kini pupus. Tahrul menjadi salah satu korban yang terjebak dalam kobaran api saat bus yang ditumpanginya menghantam truk tangki BBM pada Rabu (6/5/2026) siang.

Kondisi Luka Bakar 99 Persen dan Gagal Rujukan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Sodikin, mengungkapkan bahwa kondisi Tahrul sejak awal memang sangat memprihatinkan. Ia merupakan satu dari empat penumpang yang sempat dievakuasi dalam keadaan hidup, namun menderita luka yang sangat serius.

"Korban meninggal dunia akibat luka bakar yang mencapai 99 persen di sekujur tubuhnya," terang Iin.

Pihak medis RSUD Rupit sebenarnya telah melakukan tindakan darurat mulai dari inkubasi, pemasangan ventilator, hingga operasi debridement untuk membersihkan jaringan luka. Meski sempat stabil pascaoperasi, fungsi tubuh Tahrul terus menurun akibat infeksi berat dan gangguan pernapasan.

Rencana merujuk korban ke RS Bhayangkara Palembang pun terpaksa dibatalkan karena kondisi fisiknya yang fluktuatif. Tim medis menilai perjalanan darat menuju Palembang terlalu berisiko bagi keselamatan pasien sebelum akhirnya takdir berkata lain.

Polisi Fasilitasi Pemulangan Jenazah ke Jawa Tengah

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, melalui Kasat Lantas AKP M Abdul Karim, memastikan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk proses pemulangan jenazah. Polisi berupaya memberikan bantuan transportasi agar jenazah bisa segera dibawa ke kampung halamannya di Tegal.

"Benar, salah satu korban yang dirawat di RSUD Rupit meninggal dunia atas nama Muhammad Tahrul Hubaidi asal Tegal. Kami sedang mengoordinasikan bantuan kendaraan untuk keluarga guna membawa jenazah ke Jawa Tengah," ujar AKP M Karim.

Tragedi Bus ALS ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling fatal di wilayah Muratara dalam beberapa tahun terakhir. Benturan hebat yang memicu kebakaran besar membuat mayoritas korban meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi yang sulit diidentifikasi secara fisik.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top