SOLOK — Kegiatan reses yang digelar di Jorong Cubadak itu menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan konstituen di tengah keterbatasan anggaran nagari akibat kebijakan efisiensi. Agus Syahdeman menyebut Nagari Aie Dingin bukanlah daerah yang asing baginya, sehingga komunikasi pembangunan diharapkan terus terjalin.
“Reses ini merupakan program seluruh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat untuk pembangunan. Oleh karena itu, bapak dan ibu bisa menyampaikan aspirasinya kepada kami sebagai wakil rakyat,” ujar Agus dalam sambutannya.
Ia juga menyinggung kondisi fiskal nagari yang saat ini ikut terpangkas. Menurutnya, situasi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor agar program pembangunan di tingkat nagari tetap berjalan meski anggaran terbatas.
“Dana nagari hari ini juga mengalami efisiensi. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama lintas sektor dalam pembangunan,” katanya.
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah rencana pemekaran Nagari Aie Dingin menjadi Nagari Sungai Gando. Endra Putra Gunawan, anak nagari yang hadir dalam reses, menjelaskan bahwa pemekaran tersebut sebenarnya telah disahkan melalui paripurna DPRD Kabupaten Solok. Namun, prosesnya belum tuntas.
“Untuk bisa terealisasi secara keseluruhan, prosesnya masih membutuhkan waktu. Paling cepat diperkirakan tiga sampai lima tahun, karena masih menunggu kelengkapan administrasi dan persyaratan lainnya,” ujar Endra.
Dalam kesempatan itu, Endra secara khusus meminta dukungan Agus Syahdeman untuk membantu pembangunan kantor Wali Nagari Sungai Gando yang direncanakan berdiri di kawasan Bukit Vila, Jorong Cubadak. Keberadaan kantor tersebut dinilai menjadi kebutuhan vital dalam menunjang kesiapan pemerintahan nagari yang baru.
Menanggapi permintaan tersebut, Agus Syahdeman menyatakan kesiapannya untuk membantu memperjuangkan pembangunan kantor wali nagari tersebut. Namun, ia menegaskan ada syarat yang harus dipenuhi lebih dulu oleh pemerintah nagari dan masyarakat.
“Siapkan proposal dan administrasinya. Nanti kita lihat dan kita bantu perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” ujar ASD.
Reses tersebut turut dihadiri Ketua BPN Aie Dingin Amrizal, tokoh masyarakat Tarmuji, Founder Idea Corner Syafni Nola Putri, serta sejumlah Bundo Kanduang dan tokoh masyarakat lainnya.
Di luar persoalan pemekaran, Agus Syahdeman juga menyatakan komitmennya untuk membantu penguatan kelompok tani dan pembangunan jalan usaha tani. Kedua hal tersebut dinilai berkaitan langsung dengan upaya peningkatan perekonomian masyarakat di Nagari Aie Dingin.
Bagi warga, reses ini bukan sekadar agenda seremonial. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar dikawal hingga masuk dalam program pembangunan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku di tingkat provinsi.