Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025 yang menjadi tolok ukur perbandingan harga konstruksi antardaerah. Semakin tinggi angka IKK suatu daerah, semakin mahal biaya pembangunan di wilayah tersebut. Kota Sawahlunto menempati posisi ke-15 dari total 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat dalam urutan termurah.
Data BPS mencatat, IKK tertinggi di Sumatera Barat justru berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan skor 117,65 poin. Artinya, harga konstruksi di Mentawai 1,17 kali lebih mahal dibanding Surabaya. Sementara itu, kabupaten dengan biaya konstruksi paling murah adalah Padang Pariaman yang hanya 87,51 poin.
Kota Sawahlunto sendiri masuk dalam lima besar daerah dengan IKK tertinggi di provinsi tersebut bersama Kabupaten Dharmasraya (97,3 poin), Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung (94,68 poin), dan Kota Padang (94,41 poin). Posisi ini menempatkan Sawahlunto di atas rata-rata provinsi yang berada di kisaran 90-an poin.
Kenaikan IKK dalam lima tahun terakhir di Sawahlunto mencapai 2,94 poin, menandakan tekanan biaya material dan upah pekerja konstruksi terus meningkat. Angka ini menjadi sinyal bagi pengembang dan pemerintah daerah untuk mencermati efisiensi anggaran pembangunan, terutama untuk proyek infrastruktur publik yang bersumber dari APBD.